NOTULA RAPAT

Tinggalkan komentar

Indikator

1.      Mencari perbedaan dan persamaan dari beberapa notula.

2.      Menentukan pola penulisan notula rapat yang benar.

3.      Membuat atau menyususun notula rapat sesuai dengan pola penulisan yang benar, ejaan, serta kalimat yang baku.

1.      Mencari perbedaan dan persamaan dari beberapa notula.

No

Unsur-unsur dalam notula

Notula 1

Notula 2

1.

Kop notula

ü

2.

Judul notula

ü

ü

3.

Keterangan pelaksanaan

ü

ü

4.

Susunan acara

ü

ü

5.

Risalah rapat

ü

ü

6.

Hasil rapat

ü

7.

Kesimpulan

ü

8.

Penutup

ü

9.

Tangal pembuatan

ü

10.

Catatan kaki

ü

2.      Menentukan pola penulisan notula rapat yang benar

1.      Judul rapat

2.      Hari, tanggal

3.      Waktu

4.      Tempat

5.      Pemimipin rapat

6.      Notulis

7.      Peserta rapat

8.      Susunan acara

9.      Risalah rapat

10.  Hasil rapat

11.  Simpulan

12.  Penutup

13.  Catatan kaki

3.      Membuat atau menyususun notula rapat sesuai dengan pola penulisan yang benar, ejaan, serta kalimat yang baku.

Rapat Panitia Malam Apresiasi Seni dan Tahun Baru 2007

SMA Negeri 19 Jombang

NOTULA RAPAT

Hari, tanggal : Sabtu, 13 Juli 2007

Waktu  : 08.00—11.00 WIB

Tempat : Aula SMA Negeri 19 Jombang

Pemimpin rapat    : Nias Maharani

Notulis : Laily Mufidah

Peserta rapat

1. Pengurus OSIS  : 3 orang

2. Guru Pembimbing: 3 orang

3. Panitia    : 10 orang

Jumalah peserta      : 16 orang

Hadir :16 orang

Tidak hadir : –

Susnan Acara

1. Pembukaan

2. Penjelasan Guru Pembimbing/ Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan

3. Pembentukan persiapan panitia “Malam Apresiasi Seni dan Tahun Baru 2007”

4. Tanya-jawab

5. Simpulan

6. Penutup

Risalah Rapat

Acara ke-1

Rapat dibuka oleh pemimpin rapat tepat pukul 08.00 WIB.

Acara ke-2

Bapak Saeful, selaku Guru Pembimbing, memberi pengarahan mengenai diadakannya “Malam Apresiasi Seni dan Tahun Baru 2007”.

Acara ke-3

Pembentukan panitia serta seksi-seksi kegiatan “Malam Apresiasi Seni dan Tahun Baru 2007”.

Acara ke-4

Tanya-jawab.

Acara tanya jawab diisi oleh beberapa penanya,

1.   Fitri Tropika, selaku seksi publikasi menanyakan apa tugas dari tiap-tiap seksi dalam acara “Malam Apresiasi Seni dan Tahun Baru 2007”.

Dijawab oleh Bapak Saeful, bahwa tugas dari tiap-tiap seksi adalah sebagai berikut:

a.   Seksi acara bertugas untuk mengatur jalannya acara yang diselenggarakan.

b.   Seksi perlengkapan bertugas menyediakan dan mempersiapkan pealatan yang dibutuhkan dalam kegiatan tersebut.

c.  Seksi piblikasi bertugas untuk membuat spanduk dan brosur demi kelancaran acara

d. Seksi dokumenasi bertuas dalam mendokumentasikan kegiatan tersebut.

2.  Olga Syaputra, selaku seksi acara mengusulkan sebaiknya semua seksi sudah mulai bekerja dan bertanggung jawab sepenuhnya atas tugas masing-masing.

Usulan dari Saudara Olga Syaputra selaku seksi acara, mengenai kinerja masing-masing   seksi disetujui oleh seluruh peserta rapat.

Hasil Rapat

1.  Penjelasan Bapak Saeful, selaku Guru Pembimbing/ Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan mengenai tugas masing-masing anggota panitia acara “Malam Apresiasi Seni dan Tahun Baru 2007”.

2.   Pembentukan panitia “Malam Apresiasi Seni dan Tahun Baru 2007”.

Susunan panitia

Ketua panitia            : Ahmad Bustomi

Wakil Ketua panitia: Vina Ahmad

Sekretaris                   : Puput Melati

Bendahara                  : Abu Rizal Bakri

Seksi-seksi

Seksi acara                 : Olga Syaputra

Seksi perlengkapan: Tribuana

Seksi publikasi          : Fitri Tropika

Seksi dokumentasi  : Raditya Dika

Simpulan

Ditetapkannya tugas masing-maing tiap seksi dan semua seksi diharapkan sudah mulai bekerja.

Penutup

Rapat ditutup oleh pemimpi rapat tepat pukul 11.00 WIB.

Jombang, 13 Juli 2007

Pemimpin Rapat,                                                                               Notulis,

Nias Maharani                                                                                   Laily Mufidah

CARA MENGGAMBAR SEDERHANA

2 Komentar

Cara Menggambar Sederhana

Bagaimana Menggambar Lili


Langkah 1.

Untuk menarik lili, anda harus terlebih dahulu membuat bentuk almond besar untuk seikat bunga yang akan mengisi dalam membentuk.

Langkah 2.

anda sekarang akan mulai membuat sketsa keluar mekar bintang bentuk seperti membentuk seperti anda lihat disini, dan pastikan untuk membuat mereka semua ukuran yang berbeda

 

 

Langkah 3.

Lanjutkan untuk menarik mekar lagi sampai anda mulai mengisi bagian bawah cabang. Lihat agaimana yang kecil bersembunyi di balik yang besar.

Langkah 4.


Ketika anda menarik lebih mekar bahkan, jangn lupa untuk menambahkan beerapa tunas yang tidak cukup terbuka belum. Ini akan menammbah realisme ke bunga seperti anda lihat disini. Anda juga membut sketsa batang.

Langkah 5.


Anda sekarang siap untuk menghabisi gambar anda dari semak cantik. Tambahkan beberapa pusat di tengah bunga-bunga ungu, dan menarik keluar sisa batang, kemudian daun seperti anda lihat disni. Menghapus baris dan bentuk anda menarik pada langkah satu, dan kemudian pindah ke langkah berikutnya

Anda sekarang siap untuk menghabisi gambar Anda dari semak cantik. Tambahkan beberapa pusat di tengah bunga-bunga ungu, dan kemudian menarik keluar sisa batang, kemudian daun seperti Anda lihat di sini. Erase the lines and shapes you drew in step one, and then move onto the next step. Menghapus baris dan bentuk Anda menarik pada langkah satu, dan kemudian pindah ke langkah berikutnya.

Langkah 6.


Ini adalah bagaimana lila Anda keluar mencari ketika Anda selesai. Sekarang yang harus Anda lakukan adalah memilih warna dan warna itu masuk aku tahu kau mungkin melakukan pekerjaan yang besar dengan gambar Anda. Just keep up the great work. Hanya terus bekerja dengan hebat.

Bagaimana Draw Bunga aster


Langkah 1.


Mari kita menggambar tiga bentuk lingkaran, dan garis batang melampirkan tiga seperti Anda lihat di sini.

Langkah 2.


Selanjutnya, menarik di bagian tengah setiap daisy seperti Anda lihat di sini, dan mulai membuat sketsa setiap oblong berbentuk pedal. Pastikan untuk menarik pedal belakang satu yang lain seperti Anda lihat di sini.

Langkah 3.


Lanjutkan untuk mengisi aster dengan bertekstur lembut pedal mereka, dan ketika Anda selesai, Anda dapat pindah ke langkah gambar terakhir.

Langkah 4.


Sekarang yang harus Anda lakukan untuk menyelesaikan bunga-bunga yang cantik, adalah sketsa dari batang perdu tebal yang bersama-sama di ujung. Menghapus beberapa panduan langkah Anda menarik satu untuk mempersiapkan aster Anda untuk warna.

Langkah 5.


Lihatlah betapa baiknya mereka keluar, dan tutorial ini cukup mudah juga. I Saya harap Anda menikmati belajar cara menggambar aster, sekarang Anda dapat membuat karangan bunga cantik untuk khusus seseorang dengan menggunakan semua bunga Anda menarik hari ini.

Bagaimana Draw Woods

Langkah 1.


Mulailah dengan menggambar garis melengkung sedikit yang akan kaki kecil untuk hutan atau kayu.  Ketika yang dilakukan menarik tongkat seperti batang pohon dan anggota badan seperti ini.

Langkah 2.


Menangani satu bukit pada suatu waktu, dan ketika Anda melakukannya, tambahkan beberapa tekstur pada lapisan permukaan. Ketika yang dilakukan menarik semak di sebelah kanan, dan kemudian mulai menarik keluar bentuk dari empat batang pohon yang Anda lihat di sini.

Langkah 3.

Sketsa keluar tutup atau puncak setiap pohon seperti Anda lihat di sini. Anda bisa mendapatkan kreatif dan menarik dedaunan gaya yang berbeda jika Anda suka, atau Anda dapat menyimpannya sebagai adalah.  Setelah pohon yang dirawat, menambahkan beberapa semak lagi, dan kemudian menambahkan beberapa rumput di pangkal pohon yang dipilih, dan kemudian menambahkan detil untuk kulit kayu pohon ke kanan.

Langkah 4.


Untuk langkah gambar terakhir Anda yang harus Anda lakukan adalah menarik lain pohon di kejauhan, dan kemudian menambahkan lebih banyak semak-semak, batu, dan beberapa buah di semak-semak di depan Anda.Setelah selesai, tambahkan beberapa baris detail dalam batang, dan kemudian menghabisi pohon-pohon desain di atas. Menghapus garis dan bentuk yang menarik sehingga langkah satu daerah berhutan Anda terlihat cukup baik untuk kamp in Jika Anda ingin menjadi kreatif nyata, Anda dapat menambahkan tenda bukan pohon di kejauhan diikuti oleh api unggun.

Langkah 5.


Pada akhirnya ini adalah apa gambar Anda harus keluar tampak seperti ini.

 

 

MEMBRAN SEL

1 Komentar

Membran sel

Membran sel (bahasa Inggris: cell membrane, plasma membrane, plasmalemma) adalah fitur universal yang dimiliki oleh semua jenis sel berupa lapisan antarmuka yang disebut membran plasma, yang memisahkan sel dengan lingkungan di luar sel,terutama untuk melindungi inti sel dan sistem kelangsungan hidup yang bekerja di dalam sitoplasma.

Struktur membran

Lipid dan protein merupakan bahan penyusun utama membran, walaupun karbohidrat juga merupakan bahan penting. Akhir-akhir ini, model yang dapat diterima untuk penyusunan molekul-molekul tersebut dalam membran adalah model mosaik fluida.

Membran plasma atau membran sel tersusun atas molekul lemak dan protein. Molekul lemak terdiri atas dua lapis, terdapat di bagian tengah membran. Di sebelah luarnya terdapat lapisan protein perifer (protein tepi yang menempel di lapisan fosfolipid), yang menyusun tepi luar dan dalam membran. Selain protein perifer, terdapat pula molekul-molekul protein tertentu yang masuk ke dalam lapisan lemak. Bahkan ada yang masuk hingga menembus dua lapisan lemak. Protein yang masuk ke lapisan lemak itu disebut protein integral (protein yang terbenam). Pada tempat-tempat tertentu, terbentuk pori yang dibatasi oleh molekul protein. Tebal membran plasma antara 5-10 nm.

Molekul protein dan lemak itu tidak statis, melainkan senantiasa bergerak. Dapat dibayangkan molekul lemak sebagai “benda cair” yang di atasnya dan di dalamnya terdapat molekul protein yang “berenang-renang”. Itulah sebabnya struktur membrane yang demikian disebut sebagai “mosaik fluida”.

Lemak membran tersusun atas fosfolipid (lemak yang bersenyawa dengan fosfat),glikolipid (lemak yang bersenyawa dengan karbohidrat), dan sterol (lemak yang bersenyawa dengan kolesterol). Sedangkan protein membran tersusun atas glikoprotein (protein yang bersenyawa dengan karbohidrat).

Lipid

Gabungan lipid dan protein dinamakan lipoprotein. Lipid berfungsi untuk menstabilkan kesatuan fisik memban plasma sehingga dapat menjadi penghalang yang efektif bagi lalu lintas materi hidrofilik (suka air), misalnya air dan ion-ion. Dua lapis fosfolipid yang menyusun membran plasma meupakan tempat melekatnya protein dan akan membantu proses vusi visikel maupun endositosis (transpor makromolekul kedalam sel dengan membentuk visikel).

Protein

Setiap protein memiliki orientasi terarah dalam membrannya. Membran plasma juga memiliki karbohidrat, yang dibatasi pada permukaan luar saja. Distribusi protein, lipid, dan karbohidrat yang taksimetris ini ditentukan sewaktu membrannya sedang dibuat oleh reikulum endoplasmik. Molekul yang berawal pada muka sisi dalam RE berakhir pada muka sisi luar membran plasma.

Fungsi protein membrane :

Transpor

  • Protein yang membentang (melintang) membrane mungkin memberikan suatu saluran hidrofilik melintasi membrane yang bersifat selektif untuk zat terlarut tertentu
  • Beberapa protein transport menghidrolisis ATP sebagai sumber energi untuk memompa bahan melintasi membrane tersebut secara aktif.

Aktivitas enzimatik

Protein yang berada dalam membrane mungkin berupa enzim dengan sisi aktifnya yang dipaparkan ke zat-zat pada alrutan sebelahnya. Dalam beberapa kasus, sejumlah enzim dalam membrane disusun sebagai suatu tim atau satuan yang melaksanakan langkah-langkah berurutan suatu jalur metabolisme.

Transduksi sinyal

Protein membrane mungkin memiliki tempat pengikatan dengan bentuk spesifik yang sesuai dengan bentuk-bentuk mesenjer kimiawi, seperti hormone. Mesenjer eksternal (sinyal) mungkin menyebabkan perubahan konformasi protein yang merelai pesan ke bagian dalam sel.

Penggabungan interseluler

Protein membrane dari sel-sel yang bersebelahan mungkin dikaitkan bersama-sama dalam berbagai bentuk junction.

Pengenalan sel-sel

Beberapa glikoprotein (protein dengan rantai gula pendek) berfungsi sebagai label identifikasi yang secara khusus dikenali oleh sel lain.

Pelekatan ke sitoskeleton dan matriks ekstraseluler (ECM)

Mikrofilamen atau elemen lain sitoskeleton mungkin terikat ke protein membrane, suatu fungsi yang membantu mempertahankan bentuk sel dan menetapkan lokasi protein membrane tertentu. Protein yang mendekat ke ECM dapat mengkoordinasikan perubahan ektraseluler dan intraseluler.

Karbohidrat membran

Pengenalan sel-sel, kemampuan sel untuk membedakan satu jenis sel tetangga dari sel jenis lain, merupakan hal yang krusial bagi fungsi suatu organisme. Misalnya, hal itu penting dalam memilah sel menjadi jaringan dan organ di dalm embrio hewan. Pengenalan itu juga merupakan dasar bagi penolakan sel asing (termasuk sel-sel organ cangkokan) oleh system imun, suatu garis perahanan penting dalam hewan vertebrata. Cara sel mengenali sel lain ialah dengan memberi kunci pada molekul permukaan yang seringkali berupa karbohidrat, pada membran plasma.

Karbohidrat membran biasanya berupa oligosakarida bercabang dengan kurang dari 15 satuan gula. Beberapa oligosakarida ini secara kovalen terikat dengan lipid, dan membentuk molekul yang disebut glikolipid (karbohidrat yang berkaitan dengan lipid). Akan tetapi, sebagian besar oligosakarida terikat secara kovalen dengan protein, sehingga disebut glikoprotein.

Oligosakarida pada sisi luar membran plasma berbeda-beda dari satu spesies ke spesies lain, dan bahkan dari satu sel ke sel lainnya dalam satu individu. Keberagaman molekul dan lokasinya pada permukaan membuat oligosakarida dapat berfungsi sebagai penanda yang membedakan satu sel dari yang lain. Misalnya, empat kelompok darah manusia yang ditandai dengan A, B, dan O mencerminkan keragaman oligosakarida pada permukaan sel darah merah.

Sistem transpor membran

Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain ialah molekul hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil (air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.

Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan terciptanya lalu lintas membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus. Lalu lintas membran akan membuat perbedaan konsentrasi ion sebagai akibat dari dua proses yang berbeda yaitu difusi dan transpor aktif, yang dikenal sebagai gradien ion. Lebih lanjut, gradien ion tersebut membuat sel memiliki tegangan listrik seluler. Dalam keadaan istirahat, sitoplasma sel memiliki tegangan antara 30 hingga 100 mV lebih rendah daripada interstitium.

Transpor   Pasif

Transpor pasif merupakan suatu perpindahan molekul menuruni gradien konsentrasinya. Transpor pasif ini bersifat spontan. Difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi merupakan contoh dari transpor pasif. Difusi terjadi akibat gerak termal yang meningkatkan entropi atau ketidakteraturan sehingga menyebabkan campuran yang lebih acak. Difusi akan berlanjut selama respirasi seluler yang mengkonsumsi O2 masuk. Osmosis merupakan difusi pelarut melintasi membran selektif yang arah perpindahannya ditentukan oleh beda konsentrasi zat terlarut total (dari hipotonis ke hipertonis). Difusi terfasilitasi juga masih dianggap ke dalam transpor pasif karena zat terlarut berpindah menurut gradien konsentrasinya.

Contoh molekul yang berpindah dengan transpor pasif ialah air dan glukosa. Transpor pasif air dilakukan lipid bilayer dan transpor pasif glukosa terfasilitasi transporter. Ion polar berdifusi dengan bantuan protein transpor.

Osmosis

Dalam membandingkan dua larutan yang konsentrasi zat terlarutnya berbeda, larutan dengan konsentrasi zat terlarut yang lebih tinggi disebut sebagai hipotonik. Larutan dengan konsentrasi zal terlarut yang lebih rendah disebut sebagai hipertonik. Larutan-larutan dengan konsentrasi zat terlarut yang sama disebut sebagai isotonik. Difusi zat pelarut melintasi membran permeabel selektif merupakan suatu kasus khusus transpor pasif yang disebut osmosis. Arah osmosis ditentukan hanya oleh perbedaan konsentrasi zat terlarut total.
Bertahan hidupnya sel tergantung pada keseimbangan penyerapan dan pelepasan air.


Osmosis pada sel hewan

Jika suatu sel hewan dicelupkan ke dalam lingkungan yang isotonik (larutan garam 1%)  terhadap sel tersebut, tidak akan ada selisih perpindahan air melintasi membran tersebut. Air mengalir melintasi membran, tetapi pada laju sama pada kedua arah. Dalam suatu lingkungan yang isotonik, volume sel hewan stabil. Sekarang kita pindahkan sel tersebut ke dalam larutan yang hipertonik(larutan garam lebih dari %) terhadap sel tersebut. Sel ini akan kehilangan air yang berpindah ke lingkungannya, mengkerut, dan mungkin saja mati. Inilah salah satu alasan mengapa peningkatan salinitas (keasinan) danau dapat membunuh hewan di danau tersebut. Akan tetapi, sel hewan yang menyerap terlalu banyak air menghadapi bahaya yang sama seperti saat kehilangan air. Jika kita tempatkan sel tersebut dalam larutan yang hipotonik(aquades/kosentrasi pelarut tinggi) terhadap sel itu, air akan masuk lebih cepat dari pada yang meninggalkannya, sel ini akan membengkak dan lisis (pecah) seperti balon yang etrus ditiup sampai melewati batas.

Sel tanpa dinding kaku tidak dapat menerima penyerapan atau pelepasan air yang berlebihan. Masalah keseimbangan air ini secara otomatis terselesaikan jika sel tersebut hidup dalam lingkungan yang isotonik. Air laut bersifat isotonik terhadap banyak invertebrata laut. Sel sebagian besar hewan terestrial dilingkupi oleh fluida ekstraseluler yang isotonik terhadap sel tersebut. Hewan dan organisme lain yang tidak memiliki dinding sel kaku yang hidup dalam lingkungan hipertonik atau hipotonik harus memiliki adaptasi khusus untuk osmoregulasi, yaitu kontrol keseimbangan air.
Osmosis pada sel tumbuhan

Sel tumbuhan, prokariota, fungi, dan sejumlah protista memiliki dinding. Apabila sel seperti ini berada dalam larutan hipotonik, dindingnya akan membantu mempertahankan keseimbangan air sel tersebut. Perhatikan sel tumbuhan. Seperti sel hewan, sel tumbuhan ini membengkak ketika air masuk melalui osmosis. Akan tetapi, dindingnya yang lentur akan mengembang hanya sampai pada ukuran tertentu sebelum dinding ini mengerahkan tekanan balik pada sel yang melawan penyerapan air lebih lanjut. Pada saat ini, sel tersebut membengkak(trugit), yang merupakan keadaan yang sehat untuk sebagian besar sel tumbuhan. Tumbuhan yang tidak berkayu, seperti sebagian besar tumbuhan rumahan, tergantung pada dukungan mekanis dari sel yang dijaga untuk tetap bengkak oleh larutan hipotonik sekelilingnya. Jika sel tumbuhan dan sekelilingnya isotonik, tidak ada kecenderungan bagi air untuk masuk dan selnya menjadi lembek, yang menyebabkan tumbuhan menjadi layu. Di lain pihak, dinding tidak mendapatkan keuntungan apapun jika selnya dicelupkan ke dalam lingkungan hipertonik. Dalam kasus ini, sel tumbuhan, seperti sel hewan, akan kehilangan air yang berpindah ke sekelilingnya dan akan mengerut. Begitu sel ini berkerut, membran plasmanya tertarik menjauhi dindingnya. Fenomena ini yang disebut plasmolisis, biasanya menyebabkan tumbuhan mati. Sel dinding bakteri dan fungi juga berplasmolisis dalam lingkungan hipertonik.


Difusi

Molekul memiliki energi kinetik intrinsik yang disebut gerak termal (kalor). Suatu akibat gerak termal ialah difusi, kecenderungan molekul setiap zat untuk menyebar ke seluruh ruangan yang ada. Setiap molekul bergerak secara acak, namun difusi populasi molekul mungkin mempunyai arah. Misalnya, bayangkanlah suatu membran yang memisahkan air murni dari larutan zat pewarna dalam air. Anggaplah bahwa membran ini permeabel terhadap molekul pewarna tersebut. Setiap molekul pewarna akan mengembara secara acak, tetapi akan terdapat gerak netto(selisih) molekul pewarna melintasi membran ke sisi yang semula adalah air murni. Penyebaran zat pewarna melintasi membran akan berlanjut hingga kedua larutan memiliki konsentrasi pewarna yang sama. Begitu titik itu tercapai, akan terdapat kesetimbangan dinamik, yaitu molekul pewarna yang melintasi membran dalam satu arah jumlahnya sebanyak molekul pewarna yang melintasi membran dalam arah sebaliknya, setiap detik.

Dalam ketiadaan gaya-gaya lain, suatu substansi akan berdifusi dari tempat yang konsentrasinya tinggi ke tempat yang konsentrasinya lebih rendah. Dengan kata lain, setiap substansi akan berdifusi menuruni gradien konsentrasinya. Tidak ada kerja yang harus dilakukan untuk membuat hal ini terjadi; difusi merupakan proses spontan karena difusi itu menurunkan energi bebas. Ingat bahwa dalam setiap sistem terdapat suatu kecenderungan untuk meningkatnya entropi, atau ketidakteraturan. Difusi zat terlarut dalam air meningkatkan entropi dengan menghasilkan campuran yang lebih acak daripada ketika terdapat konsentrasi zat terlarut yang terlokalisir. Penting untuk diperhatikan bahwa setiap substansi berdifusi menuruni gradien konsentrasi substansi miliknya sendiri, yang tidak dipengaruhi oleh perbedaan konsentrasi substansi lain.

Banyak lalulintas melintasi membran terjadi dengan cara difusi. Apabila suatu substansi lebih tinggi konsentrasinya pada satu sisi membran daripada sisi lain, substansi tersebut cenderung berdifusi melintasi membran menuruni gradien konsentrasinya. Satu contoh penting ialah penyerapan oksigen oleh sel yang melakukan respirasi seluler. Oksigen terlarut berdifusi ke dalam sel melintasi membran plasmanya. Selama respirasi seluler mengonsumsi O2 yang masuk, difusi ke dalam sel akan berlanjut, karena gradien konsentrasi akan mendukung pergerakan molekul ke arah tersebut.

Difusi suatu substansi melintasi membran biologis disebut transpor pasif, karena sel tidak harus mengeluarkan energi untuk membuat hal itu terjadi. Gradien konsentrasi itu sendiri merupakan energi potensial dan mengarahkan difusi.akan tetapi, harus diingat bahwa membran itu permeabel selektif sehingga mempengaruhi laju difusi berbagai molekul. Suatu molekul yang berdifusi bebas melintasi sebagian besar membran ialah air, suatu kenyataan yang memiliki akibat penting bagi sel.

Transpor aktif

Transpor aktif merupakan kebalikan dari transpor pasif dan bersifat tidak spontan. Arah perpindahan dari transpor ini melawan gradien konsentrasi(transpor mlekul terjadi dari kosentrasi lebih rendah ke lebih tinggi) . Transpor aktif membutuhkan bantuan dari beberapa protein. Contoh protein yang terlibat dalam transpor aktif ialah channel protein dan carrier protein, serta ionophore.

Yang termasuk transpor aktif ialah coupled carriers, ATP driven pumps, dan light driven pumps. Dalam transpor menggunakan coupled carriers dikenal dua istilah, yaitu simporter dan antiporter. Simporter ialah suatu protein yang mentransportasikan kedua substrat searah, sedangkan antiporter mentransfer kedua substrat dengan arah berlawanan. ATP driven pump merupakan suatu siklus transpor Na+/K+ ATPase. Light driven pump umumnya ditemukan pada sel bakteri. Mekanisme ini membutuhkan energi cahaya dan contohnya terjadi pada Bakteriorhodopsin.

Hormon tri-iodotironina yang dikenal sebagai aktivator enzim fosfatidil inositol-3 kinase dengan mekanisme dari dalam sitoplasma dengan bantuan integrin alfavbeta3. Lintasan enzim fosfatidil inositol-3 kinase, lebih lanjut akan memicu transkripsi genetik dari Na+ ATP sintase, K+ ATP sintase, dll, beserta penyisipan ATP sintase tersebut pada membran plasma, berikut regulasi dan modulasi aktivitasnya.

Beberapa pompa ion membangkitkan tegangan melintasi membran. Semua sel memiliki tegangan melintasi membran plasmanya. Tegangan ialah potensial listrik (pemisahan muatan yang berlawanan). Sitoplasma sel bermuatan negatif dibandingkan dengan fluida ekstraseluler disebabkan oleh distribusi anion dan kation pada sisi membran yang berlawanan yang tidak sama. Tegangan melintasi suatu membran, yang disebut potensial membran, berkisar dari sekitar -50 hingga -200 minivolt.

Potensial membran bertindak seperti baterai, suatu sumber energi yang mempengaruhi lalulintas semua substansi bermuatan yang melintasi membran. Karena di dalam sel itu negatif dibandingkan dengan di luarnya, potensial membran ini mendukung transpor pasif kation ke dalam sel dan anion ke luar sel. Dengan demikian, dua gaya menggerakkan difusi ion melintasi suatu membran;gaya kimiawi dan gaya listrik. Kombinasi gaya yang bekerja pada satu ion ini disebut gradien elektrokimiawi. Suatu ion tidak begitu saja berdifusi menuruni gradien konsentrasinya, tetapi berdifusi menuruni gradien elektrokimiawinya. Misalnya, konsentrasi ion natrium (Na+) di dalam sel saraf yang diam jauh lebih rendah daripada di luarnya. Apabila sel ini dirangsang, saluran bergerbang yang mempermudah difusi Na+ akan terbuka. Ion natrium kemudian “jatuh” menuruni gradien elektrokimiawinya, yang digerakkan oleh gradien konsentrasi Na+ dan oleh tarikan kation ke sisi negatif membran.

Beberapa protein membran yang secara aktif mentranspor ion ikut menentukan potensial membran ini. Misalnya ialah pompa natrium-kalium. Pompa ini tidak mentranslokasikan Na+ dan K+ satu lawan satu, tetapi sebenarnya memompa tiga ion natrium keluar sel untuk setiap dua ion kalium yang dipompakannya ke dalam sel tersebut. Dengan setiap langkah pompanya, terdapat selisih perpindahan satu muatan positif dari sitoplasma ke fluida ekstraseluler, suatu proses yang menyimpan energi dalam bentuk tegangan. Protein transpor yang membangkitkan tegangan melintasi suatu membran disebut pompa elektrogenik. Pompa natrium-kalium tampaknya merupakan pompa elektrogenik utama sel hewan. Pompa elektrogenik utama tumbuhan, bakteri, dan fungi ialah pompa proton, yang secara aktif mentraspor ion hydrogen (proton) ke luar sel. Pemompaan H+ mentransfer muatan positif dari sitoplasma ke larutan ekstraseluler.

Dengan membangkitkan tegangan melintasi membran, pompa elektrogenik menyimpan energi yang dapat digunakan untuk kerja seluler, termasuk jenis lalulintas membran yang disebut kotranspor.

Dalam kotranspor, protein membran mengkopel transport suatu zat terlarut dengan zat terlarut lainnya.Pompa bertenaga ATP tunggal yang mentranspor zat terlarut spesifik dapat menggerakkan transport aktif beberapa zat terlarut lain secara tidak langsung dalam suatu mekanisme yang disebut kotranspor. Substansi yang telah dipompakan melintasi membran dapat melakukan kerja begitu substasi tersebut mengalir kembali melalui difusi, analog dengan air yang telah dipompakan ke atas dan melakukan kerja ketika air tersebut mengalir kembali ke bawah.protein transport khusus lain, yang terpisah dari pompanya, dapat mengkopel difusi “turun bukit” substansi ini ke transport “naik bukit” substansi kedua melawan gradien konsentrasinya sendiri.

Eksositosis dan endositosis mentranspor molekul besar. Air dan zat terlarut memasuki dan meninggalkan sel dengan melintasi bilayer lipid membran plasma, atau dengan dipompakan atau diangkut melintasi membran oleh protein transpor. Molekul besar seperti protein dan polisakarida, umumnya melintasi membran dengan mekanisme yang berbeda yang melibatkan vasikula. Sel mensekresi makromolekul dengan cara menggabungkan vasikula dengan membran plasma, ini disebut eksositosis. Vesikula transpor yang lepas dari aparatus golgi dipindahkan oleh sitoskeleton ke membran plasma. Ketika membran vesikula dan membran plasma bertemu, molekul lipid kedua bilayer menyusun ulang dirinya sendiri sehingga kedua membran bergabung. Kandungan vesikulanya kemudian tumpah ke luar sel.

Pada endositosis, sel memasukkan makromolekul dan materi yang sangat kecil dengan cara mambentuk vesikula baru dari membran plasma. Sebagian kecil luas membran plasma terbenam ke dalam membentuk kantong. Begitu kantong ini semakin dalam, kantong ini terjepit, membentuk vesikula yang berisi materi yang telah terdapat di luar selnya.Terdapat tiga jenis endositosis : fagositosis (pemakanan seluler (cellular eating)), pinositosis (peminuman seluler (cellular drinking)), dan endositosis yang diperantarai reseptor.

Pada fagositosis, sel menelan suatu partikel dengan pseudopod yang membalut di sekeliling partikel tersebut dan membungkusnya di dalam kantong yang berlapis-membran yang cukup besar untuk bias digolongkan sebagai vakuola. Partikel ini dicerna setelah vakuola bergabung dengan lisosom yang mengandung enzim hidrolitik. Pada pinositosis, sel “meneguk” tetesan fluida ekstraseluler dalam vesikula kecil. Karena salah satu atau seluruh zat terlarut yang larut dalam tetesan tersebut dimasukkan ke dalam sel, pinositosis tidak bersifat spesifik dalam substansi yang ditranspornya. Sebaliknya, endositosis yang diperantarai reseptor sangat spesifik. Yang tertanam dalam membran adalah protein dengan tempat reseptor spesifik yang dipaparkan ke fluida ekstraseluler. Ekstraseluler yang terikat pada reseptor disebut ligan, suatu istilah umum untuk setiap molekul yang terikat khususnya pada tempat reseptor molekul lain. Protein reseptor biasanya mengelompok dalam daerah membran yang disebut membran terlapisi, yang sisi sitoplasmiknya dilapisi oleh lapisan protein samara. Protein pelapis ini mungkin membantu memperdalam lubang dan membentuk vesikula.

Endositosis yang diperantarai reseptor memungkinkan sel dapat memperoleh substansi spesifik dalam jumlah yang melimpah, sekalipun substansi iu mungkin saja konsentrasinya tidak tinggi dalam fluida ekstraseluler.

Vesikula tidak saja mentranspor substansi antara sel dan sekelilingnya, vesikula ini juga memberikan suatu mekanisme untuk memudakan dan membentuk kembali membran plasma. Endositosis dan eksositosis terjadi secara kontinu hingga ke tingkat tertentu dalam sebagian besar sel eukariotik, namun jumlah membran plasma dalam sel yang tidak tumbuh agak konstan dalam waktu lama. Agaknya, penembahan membrane oleh satu proses mengimbangi kehilangan membran oleh proses yang lain.

Pinositosis ialah pergerakan yang membawa masuk bahan cairan, khususnya cairan ekstraseluler. Mula-mula sekali, membran plasma akan membentuk lekukan pada suatu kawasan di lapisan membran. Lekukan ini menjadi semakin mendalam, dan akhirnya lekukan tersebut akan membentuk vesikel yang mengandungi cairan. Melalui vesikel inilah cairan ekstrseluler dibawa masuk ke dalam sel.

Fungsi Membran Plasma

Membran plasma sangat penting unuk menjaga kehidupan sel. Fungsi membran sel anatara lain melindungi isi sel, yaitu membrane sel befungsi mempertahankan isi sel; mengatur lalulintas molekul-molekul, membran plasma bersifat selektif permeabel artinya ada zat-zat tertentu yang dapat melewati membrane dan ada pula yang tidak. Molekul-molekul tersebut berguna untuk mempertahankan kehidupan sel; sebagai reseptor rangsangan dari luar sel, rangsangan itu berupa zat-zat kimia seperti hormon,racun,rangsangan listrik,dan rangsangan mekanik.Bagian sel yang berfungsi sebagai reseptor yaitu glikoprotein.

Organisasi molekuler membran mengakibatkan permeabilitas selektif
Suatu lalulintas yang tunak dari molekul dan ion kecil bergerak melintasi membran plasma dalam dua arah. Perhatikan pertukaran kimiawi antara sel otot dengan fluida ekstraseluler yang membasahinya. Gula, asam amino, dan nutrien lain memasuki sel, dan produk limbah metabolisme meninggalkan sel. Sel menyerap oksigen untuk respirasi seluler dan mengeluarkan karbondioksida. Sel itu juga mengatur konsentrasi ion anorganiknya, seperti Na+,K+,Ca2+,dan Cl-, dengan cara membolak-balik arahnya dari satu arah ke arah lainnya melintasi membran plasma. Walaupun lalu lintas melalui membran ini padat, membran sel itu permeabel secara selektif, dan substansi-substansi tidak dapat melintasi rintangan tersebut secara sembarangan. Sel tersebut dapat mengambil berbagai macam molekul dan ion kecil dan menolak yang lainnya. Di samping itu, substansi-substansi gerak melintasi membran pada laju yang berbeda-beda.